firefox 144 thumbnail mascot

Firefox 144: Akhirnya Menyusul Standar Web 2020-an

Firefox 144 baru saja rilis, dan ini bisa dibilang salah satu pembaruan paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya bagi pengguna, tapi juga bagi seluruh ekosistem web. Setelah bertahun-tahun jadi bahan lelucon developer, Firefox akhirnya membawa perubahan besar yang bisa mengubah masa depan web.

Selama bertahun-tahun, Firefox sering jadi bahan candaan di komunitas developer. Banyak yang mencintainya karena semangat open source dan privasinya, tapi juga tak sedikit yang frustrasi karena performanya tertinggal dan fitur-fitur modern yang datang terlalu lambat.

Dulu Jadi Bahan Lelucon, Sekarang Mulai Serius

firefox 144 thumbnail mascot

Konten kreator teknologi yang terkenal dengan kritik tajamnya terhadap Firefox bahkan sempat berjanji untuk tak lagi membahas browser itu. Namun kali ini ia harus mengakui: Firefox akhirnya memperbaiki banyak hal yang dulu bikin frustrasi.

Salah satu masalah klasik — rendering gradient yang buruk — akhirnya diselesaikan setelah… 15 tahun! Dulu, gradient di Firefox sering tampak seperti garis-garis kasar tanpa efek dithering yang seharusnya membuat transisi warna lebih halus. Ironisnya, bug itu dulu diperbaiki lebih dulu oleh Zen Browser, proyek kecil berbasis Firefox yang dikembangkan oleh dua orang saja.

Kini, gradient di Firefox 144 sudah tampak sebagus di browser lain. Sebuah peningkatan kecil tapi berarti — terutama bagi para web desainer yang peduli visual.

View Transitions: Standar Baru untuk Web yang Mulus

Fitur paling ditunggu-tunggu oleh developer adalah View Transitions API, yang kini akhirnya didukung Firefox.
API ini memungkinkan transisi antarhalaman atau elemen web terjadi dengan animasi halus — tanpa harus repot menulis animasi JavaScript manual yang rumit.

Bayangkan saat kamu berpindah halaman blog dan logo situs bergerak mulus ke posisi baru, atau teks berubah dengan transisi lembut. Semua itu kini bisa dilakukan dengan kode minimal, berkat standar web baru ini.

Framework besar seperti React bahkan sudah menyiapkan integrasi dengan View Transitions, menjadikannya fondasi untuk pengalaman pengguna web generasi berikutnya.

Sebelumnya, Safari dan Chrome sudah mendukung fitur ini. Firefox jadi yang paling terakhir — tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Fitur Tambahan: Dari Fokus Tab sampai AI Search

Selain pembaruan besar untuk developer, Firefox 144 juga menambah sejumlah fitur untuk pengguna umum:

  • Fancy Focus Tab dan tab grouping yang lebih rapi
  • Visual Search lewat Google Lens
  • Integrasi Perplexity AI untuk pencarian yang lebih cerdas
  • Perbaikan WebRTC untuk video non-standar

Meskipun beberapa fitur terasa seperti “injeksi Google”, jelas bahwa Firefox sedang berusaha menyeimbangkan antara kebutuhan pengguna, developer, dan mitra finansialnya.

Akhirnya, Firefox Tidak Lagi Menahan Laju Web

Selama bertahun-tahun, banyak developer merasa Firefox adalah penghambat inovasi web karena lambat mengadopsi standar baru. Tapi pembaruan kali ini menunjukkan perubahan arah yang jelas: Mozilla mulai bergerak cepat lagi.

Firefox mungkin belum menjadi browser terbaik tahun ini, tapi dengan versi 144 ini, ia akhirnya naik level ke standar 2020-an — bukan lagi browser yang membuat developer mengeluh setiap kali debugging situs.

Similar Posts