Windows 11 Hadirkan Fitur “Quick Machine Recovery”, Solusi Baru untuk Perbaikan Sistem Otomatis
Microsoft resmi mulai menggulirkan fitur Quick Machine Recovery (QMR) pada Windows 11, yang digadang-gadang akan menjadi pengganti Startup Repair dan memungkinkan sistem memperbaiki dirinya sendiri secara otomatis. Fitur ini hadir terlebih dahulu di pembaruan Windows 11 24H2, dan akan menjadi bagian resmi dari rilis 25H2.
Selama bertahun-tahun, Startup Repair dianggap kurang efektif dan jarang benar-benar memperbaiki masalah booting Windows. Quick Machine Recovery mencoba mengubah hal itu. Melalui fitur baru ini, ketika sistem gagal melakukan booting, Windows Recovery akan menganalisis log sistem, update terbaru, dan data crash untuk mencari tahu penyebab masalah. Jika masalah cocok dengan entri yang ada di basis data Microsoft, sistem akan mengunduh dan menginstal patch perbaikan langsung dari cloud sebelum mencoba melakukan boot ulang.
Fitur ini dikembangkan sebagai respons terhadap insiden besar Cloud Strike pada Juli 2024, ketika pembaruan perangkat lunak yang cacat menyebabkan 8,5 juta komputer Windows mengalami blue screen secara global, memengaruhi sektor penerbangan, keuangan, hingga layanan kesehatan.

Cara Mengaktifkan QMR
QMR diaktifkan secara otomatis pada Windows 11 Home Edition. Namun, pengguna Windows 11 Pro dan Enterprise harus mengaktifkannya secara manual:
- Settings > System > Recovery > Quick Machine Recovery dan menyalakan tombol Enable.
- Opsional, pengguna dapat mengaktifkan opsi auto re-check agar Windows terus memeriksa solusi baru dalam jangka waktu tertentu.
reagentc /setrecoverytestmode
reagentc /boottore
shutdown /r /t 0
Setelah restart, Windows akan menjalankan simulasi QMR untuk mendeteksi masalah. Jika ada perbaikan yang diterapkan, catatan akan muncul di Windows Update > Update History sebagai “QMR Remediation”.
Tantangan dan Batasan
Meski menjanjikan, fitur ini masih dalam tahap pengembangan dan jumlah definisi perbaikan yang tersedia di server Microsoft masih terbatas. Pengujian internal menunjukkan QMR belum mampu memperbaiki semua jenis kerusakan sistem. Selain itu, fitur ini membutuhkan koneksi internet aktif untuk mengunduh patch perbaikan.
Meski demikian, QMR dinilai sebagai langkah besar menuju komputer yang dapat memperbaiki dirinya sendiri. Banyak pengamat teknologi menyebut fitur ini sebagai “game-changer” yang dapat mengurangi kerugian akibat sistem gagal booting di lingkungan perusahaan.